Masuknya Islam ke Indonesia

Prof. Dr. Snouck Hurgronje, seorang orientalis yang tersohor mengemukakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 M, dibawa dari tanah India. Menurut Yusuf Abdullah Puar, penulis buku Masuknya Islam ke Indonesia ini, pendapat Hurgronje adalah penyelewengan sejarah. Bukti-bukti otentiknya cukup banyak. Ditulis oleh para ulama sejak zaman dahulu. Salah satunya, Izhar Al-Haqq fi Silsilat Raja Perlak, sebuah kitab yang memaparkan bahwa kerajaan Islam Perlak didirikan pada 225 H atau 847 M. Itu artinya abad ke-9 M! Harry W Hazard, seorang penulis Amerika dalam karyanya Atlas of Islamic History (1954) bahkan menyebutkan bahwa kaum muslimin dari tanah Arab telah datang ke Indonesia, tepatnya di Sumatera pada abad ke-7 M. Yang artinya pada abad pertama hijriyah, Islam sudah masuk ke Indonesia.

Sekitar tahun 674 M, di pantai utara Aceh telah ditemui orang-orang Arab yang sudah memeluk Islam (Hal 15). Lebih jauh Professor Syed Naquib Al-Attas mengemukakan bahwa pada tahun 55 Hijriyah atau 672 M di Sumatera Utara sudah ada pemukiman Arab yang dikepalai seorang Arab.

Adalah kerajaan Perlak yang disebut-sebut sebagai kerajaan Islam tertua di Indonesia. Berdiri pada 847 M. Dan pada awal abad ke-15, kerajaan Perlak bergabung dengan kerajaan Islam Samudera Pasai. Lalu muncul kerajaan Aceh Darussalam pada 1511 M. Saat itu Aceh terkenal dan termasyhur di seluruh dunia. Berkat kepemimpinan seorang sultan yang berwawasan luas. Sebut saja salah satunya, Sultan Alaiddin Ali Mughayat Syah. Aceh terus mengembangkan perekonomian, politik, militer, dan budaya dengan menjalin kerjasama dengan negara-negara lain. Semisal, kerajaan Turki Usmaniyah di Istanbul, kerajaan Islam Maroko di Afrika, kerajaan Islam Isfahan di Timur Tengah, dan kerajaan Islam Akra di India.

Masih banyak bukti lain yang dikemukakan oleh Yusuf Abdullah Puar dalam buku Masuknya Islam ke Indonesia ini. Di Jambi, dilaporkan bahwa Khalifah Umayyah pertama pernah mengirim surat kepada raja Sriwijaya, Sri Maharaja Lokitarwan dan mengajaknya masuk Islam serta mengadakan kerjasama perdagangan dengan Damsyik. Namun baru pengganti Lokitarwan, yaitu Sri Maharaja Srindawarman yang mau masuk Islam (718 M). Beliau sering berkorespondensi dengan khalifah Umar bin Abdul Azis. Bukti otentiknya masih tersimpan rapi di museum Spanyol.

Lalu Islam masuk dan tumbuh di Jawa. Masyarakat Jawa sangat mudah menerima Islam karena agama Islam datang dengan membawa kedamaian, dengan wajah yang indah dan teduh, tanpa kekerasan. Apalagi ketika Majapahit diperintah Wikrawardhana. Ia memberikan hak pertuanan pada Sunan Ngampel, sehingga banyak bupati di bawahnya yang akhirnya ikut masuk Islam. Di Jawa Barat, Cirebon adalah daerah pertama yang terlebih dahulu dimasuki oleh dakwah Islam.

Sementara itu, di Sulawesi Barat, Islam pertama-tama diterima oleh Raja Luwuk, pantai timur Sulawesi Tengah pada 1603 M dan raja Goa di Sulawesi Selatan pada 1605 M. (Hal 133)

Yusuf Abdullah Puar benar-benar serius dalam menggarap buku ini, penekanannya pada upaya pelurusan sejarah yang telah diselewengkan tentang masuknya Islam ke Indonesia. Seolah-olah Islam terlambat datang ke persada nusantara ini, padahal banyak sekali bukti bahwa Islam bahkan telah menghembuskan udaranya yang segar ke republik ini sejak masa kekhalifahan Umayyah, artinya pada abad pertama hijriyah!

Referensi yang digunakan penulis dalam menyelesaikan buku ini juga tidak main-main. Sejumlah literatur karya pakar sejarah muslim beliau jadikan rujukan. Sebut saja beberapa nama besar seperti A Hasjmy, Hamka,ZA Abidin,Tuanku Abdul Jalil, H Mohammad Said, dan lain-lain.

Semoga saya masih diberi kemampuan untuk menjaga buku lusuh yang cemerlang ini hingga akhir hayat, karena di dalamnyalah sebagain tentang fakta sejarah Islam nusantara terungkap.

Book Review #87. Review Masuknya Islam ke Indonesia. Yusuf Abdullah Puar. CV Indradjaya, jakarta. Cetakan 3,1984. 153 halaman. Selesai baca pada Juni 2016 
.

loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Masuknya Islam ke Indonesia "