Ada ‘Desa Penglipuran’ di Hotel Inaya Putri Bali

Apakah Anda pernah mendengar tentang Desa Penglipuran? Desa Penglipuran yang terletak di Kecamatan Bangli itu terkenal karena mempertahankan kebudayaan dan arsitekturnya. Selain itu, Penglipuran juga dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia. Menariknya, Inaya Putri Bali, hotel bintang lima yang terletak di Nusa Dua, ternyata juga memiliki ‘desa’ tersebut di dalamnya.
Barangkali Anda ada niat hendak memesan hotel tersebut di Traveloka. Anggap saja Anda sudah melakukannya supaya lebih mudah membayangkan perjalanan berikut.
Jadi, setibanya di Bandar Udara Ngurah Rai, Anda dan keluarga akan dijemput oleh sopir hotel. Tentu jika Anda memesannya terlebih dahulu. Jarak yang ditempuh menuju Inaya Putri Bali sekitar 12 kilometer.
Begitu sampai di sana, suasana etnik yang kental langsung terasa. Lobi didesain terbuka dengan rancangan gaya tradisional. Atapnya yang tinggi mengadopsi bentuk lumbung padi, sebagaimana lumbung padi yang memiliki nilai filosofi kuat bagi masyarakat Bali.
Setelah check in, Anda dan keluarga akan diantar menuju area resor dengan menggunakan boogey car, dan… Anda mungkin akan menahan nafas jika berada di sana. Setiap jengkal area membuat Anda semakin jatuh hati pada budaya Bali.
Jadi, area resor ditata menjadi satu komplek yang mengadopsi arsitektur di Desa Penglipuran. Tembok batu saling berhadapan dengan pohon-pohon kelapa yang menjulang di baliknya. Anda akan melewati ‘Desa Penglipuran’ itu hingga tiba di bangunan penginapan.
Manakah yang paling sesuai dengan kebutuhan keluarga Anda?  Tipe kamar Deluxe, Deluxe Pool Access, One Bedroom Suite, One Bedroom Suite Ocean View, atau Two Bedrooms Suite?
Apa pun pilihannya, menginap di sana membuat Anda lebih mengenal dan respek pada kepercayaan serta filosofi masyarakat Bali. Kamar-kamar dikelompokkan ke dalam tujuh bangunan yang terinspirasi dari nama Dewi-Dewi.
Ada Rukmini, Saraswati, Sri Laksmi, Dewi Sri, Parwati, Uma, dan Sinta. Setiap Dewi dipercaya mengemban tugasnya masing-masing, seperti Sinta yang merupakan Dewi Cinta dan Kemurnian.
Tidak hanya mengandalkan desain tradisional, Inaya Putri juga memiliki fasilitas super lengkap sebagaimana hotel bintang lima. Jika berkunjung ke Bali, jangan lewatkan kesempatan menginap di resor tersebut.
Menyambangi Desa Penglipuran
Sayang sekali jika seandainya Anda sudah merasakan adaptasi Desa Penglipuran yang ada di Inaya Putri Bali, tapi malah belum pernah menginjakkan kaki ke desa aslinya. Masukkan Desa Penglipuran ke dalam agenda liburan Anda. Bersama keluarga tercinta, telusuri ragam kebudayaan Bali dan keramahan yang membungkusnya.
Sebelumnya, ketahui dulu lebih lanjut tentang rekam jejak desa tersebut. Asal katanya berasal dari ‘pengeling’ dan ‘pura’. Maknanya ialah mengingat tempat suci.
Terletak di ketinggian 700 mdpl, Pengelipuran terdiri dari rumah-rumah adat yang serupa, tapi tidak sama. Kekhasan setiap rumah terletak pada pintu gerbangnya yang disebut angkul-angkul. Pintu-pintu gerbang saling berhadapan, sementara tanaman hias dan bunga-bunga tumbuh subur merapat dengan tembok.
Jangan harap menemukan secuil sampah pun di pinggir jalan. Warga desa sangat menjaga kebersihan. Bahkan daun berserakan pun tidak akan Anda temukan. Adapun bak sampah terdapat di setiap sudut desa.
Oh iya, memasuki kawasan desa tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor lho. Silakan parkirkan motor atau mobil Anda di lahan yang sudah disediakan. Anda harus membayar beberapa ribu rupiah sebelum memasuki desa tersebut.
Catus pata adalah area yang akan Anda lewati begitu memasuki gerbang desa. Area yang mencakup balai desa, fasilitas masyarakat, dan taman yang asri.
Menyusuri desa dengan berjalan kaki akan menjadi aktivitas yang menyenangkan. Anda tidak akan merasa lelah saking terbiusnya dengan keindahan tempat itu. Lagipula, saat berjalan kaki, Anda akan merasa lebih dekat dengan warga desa yang berlalu lalang. Ada kehangatan yang membekas di hati saat saling melempar senyum dan bertegur sapa.
Selain menyusuri desa, Anda juga bisa mengeksplorasi objek wisata yang berada di sekitarnya. Ada Hutan Bambu, Pura Kehen, Air terjun Kuning, Sumber Air Suci Sudamala, dan lain-lain.
Bila ingin melepas dahaga, cobalah membasuh tenggorokan dengan minuman khas setempat, yaitu loloh cemcem. Minuman itu terbuat dari air kelapa muda yang diperas dengan daun Pohon Cemcem, lalu dicampur dengan bahan penikmat alami. Dulu, loloh cemcem merupakan minuman menyehatkan untuk para petani.
Jadi, manakah yang ingin Anda datangi? Desa Penglipuran di Bangli atau Inaya Putri Bali yang mengadaptasi konsep desa tersebut? Seharusnya keduanya. Sebab, momen berharga bersama keluarga tidak cukup jika hanya satu.

Sumber artikel dan gambar: 
http://inayahotels.com/
http://www.jakartajive.com/2016/11/menikmati-kenikmatan-berwisata-di-inaya-putri-nusa-dua.html
http://www.hipwee.com/travel/sekali-seumur-hidup-kunjungilah-desa-panglipuran-bali-salah-satu-desa-terindah-di-indonesia/
http://www.desapenglipuran.com/lokasi-desa-penglipuran-bangli-bali/

https://wisatabaliutara.com/2015/01/desa-penglipuran-desa-wisata-adat-bali.html/
http://telusuriindonesia.com
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Ada ‘Desa Penglipuran’ di Hotel Inaya Putri Bali"