Asyiknya Menunggu Sambil Membaca Buku

teman duduk, gambar via duniaperpustakaan.com
Saya mengkhatamkan buku Solilokui-nya Budi Darma saat menunggu motor saya diservis di bengkel. Buku setebal 100 halaman lebih berisi kumpulan esai sastra itu mampu menyulap masa-masa menunggu saya menjadi begitu menyenangkan. Saya dibawa berkelana ke dunia sastra, dunia yang saya cinta. Alhasil, banyak pengetahuan yang saya dapatkan, selain juga-- yang terpenting-- mengenyahkan kebosanan duduk menunggu selama lebih satu jam.

Sementara saya melihat di samping kanan dan kiri saya, tidak ada satu pun yang mengisi masa-masa menunggu itu dengan sesuatu yang bermanfaat. Hanya terlihat seorang bapak yang membaca koran sekilas untuk kemudian dibiarkan lagi terkapar di kursi. Sisanya, seorang anak muda yang gelisah. Berdiri-duduk silih berganti, atau seorang ibu-ibu yang menatap layar kaya yang menayangkan acara infotainment, dan lainnya hanya orang-orang yang bengong dan menatap kosong ke depan atau mengutak-atik HP yang tak rusak. Mudah-mudahan saja orang yang bengong tadi tidak benar-benar bengong, tetapi sedang berpikir tentang sesuatu yang bermanfaat.

Mungkin apa yang saya ceritakan ini adalah hal biasa. Kita sama-sama tahu bahwa menunggu adalah pekerjaan membosankan, tapi tak pernah mau mengenyahkan kebosanan itu dengan sesuatu yang menyenangkan, namun manfaat. Membaca hanyalah salah satu dari sekian cara memangkas kebosanan itu. Tidak hanya ketika menunggu motor di-service, tetapi bisa selama perjalanan naik angkot, menunggu kereta, menunggu seseorang, atau menunggu kantuk.

Tentu saja ada yang tidak setuju dengan cara saya ini. Apalagi bagi orang yang malas membaca, dan selalu beralasan membaca justru menciptakan kebosanan baru. Membaca malah mengundang kantuk, atau membaca justru membuat mata perih dan berair. Tidak apa, masih banyak cara lain untuk mengisi waktu menunggu. Paling murah dan mudah adalah memperbanyak dzikir. Tapi sebenarnya, dzikir pun termasuk ke dalam kegiatan membaca.

Ketika motor saya selesai diservis, saya merasa motor saya tampak lebih baik dan otak saya pun juga semakin membaik. (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Asyiknya Menunggu Sambil Membaca Buku"