Listiana Srisanti, Penerjemah Harry Potter yang Mengidap Kanker Paru-Paru Stadium 4

Para penggemar novel Harry Potter di Indonesia pasti tidak asing dengan nama J.K. Rowling. Tapi ketika disebut nama Listiana Srisanti, saya yakin sebagain besar akan menggelengkan kepala. Padahal, peran Listiana begitu penting, hingga Harry Potter disuguhkan dan dinikmati para pembaca.

Listiana mulai menggarap terjemahan Harry Potter ke-1 tahun 2000. Ia mengaku sangat terpesona dengan buku ini karena di dalamnya banyak memuat puisi dan teka-teki. Oleh karenanya, meski sebenarnya ia bisa menugaskan orang lain, mengingat posisinya sebagai Editorial & Product Manager Fiction Gramedia, namun Listiana memilih menerjemahkan sendiri.

Kala itu ia masih sehat, sehingga penerjemahan dikerjakan dengan santai. Buku setebal 384 halaman itu akhirnya terbit pada September 2000. Harry Potter and The Sorcerer Stone langsung ludes dan laris manis di pasaran, sehingga cetak ulang berkali-kali di tahun yang sama.

Namun rupanya, di tahun yang sama pula, di Inggris sudah launching Harry Potter ke-4. Listiana pun mulai kejar tayang. Ia segera menggarap Harry Potter ke-2 dan ke-3.

Listiana Srisanti
Empat tahun kemudian, tepatnya 21 Agustus 2004, sesuatu yang mengguncang hidupnya terjadi. Ia divonis hanya akan bertahan hidup selama 6 bulan tersisa, karena kanker stadium 3B yang menggerogoti paru-parunya.  Salah seorang dokter kepercayaan, dr Ang bahkan memastikan bahwa kanker yang ia derita sudah mencapai stadium 4.

Penggarapan seri Harry Potter pun mulai tersendat, meski tidak berarti terhenti sama sekali. Setidaknya banyak waktu yang harus dihabiskan Listiana untuk kemotrapi.

Takdir berkata lain. Usaha Listiana membuahkan hasil, tahun 2005 ia dinyatakan bebas kanker. Bersama itu pula, kebahagiaannya semakin lengkap karena Harry Potter ke-6 berhasil dirampungkan.

Tapi ternyata, itu tak berlangsung lama. Gempuran sel kanker kembali membuatnya tak berdaya. Di tengah-tengah proses penyembuhan, ia berdebar-debar menunggu lahirnya Harry Potter ke-7. Tapi ia tahu, ia tak boleh memaksakan diri, biarlah Harry Potter ke-7 digarap oleh yang lain.

Namun rupanya, ketika Harry Potter ke-7 rilis di Inggris pada Juli 2007, kesehatannya berangsur membaik. Maka Listiana bertekad menyelesaikan terjemahannya secepat mungkin. Ia benar-benar ngebut, hingga hanya dalam waktu 5 minggu, ia berhasil menyelesaikan terjemahan novel Harry Potter and the Deathly Hallows setebal 1008 halaman! Berarti dalam sehari, rata-rata ia sanggup menerjemahkan sebanyak 30 halaman! (@rafif_amir)

sumber gambar 1: perfectgiftideac.org
sumber gambar 2 (Listiana Srisanti): wikipedia 
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Listiana Srisanti, Penerjemah Harry Potter yang Mengidap Kanker Paru-Paru Stadium 4"