Magnet Muhammad SAW

Sosok Nabi Muhammad SAW adalah pribadi yang penuh pesona. Tidak hanya keindahan wajah dan penampilan, tetapi tercermin pula dalam akhlak yang agung. Tak heran, beliau menjadi seolah magnet, yang memiliki daya tarik luar biasa. Sehingga tidak hanya keluarga, sahabat, dan kaum muslimin yang terkagum-kagum, musuh-musuh beliau pun merasa segan, bahkan tak jarang bergetar hebat tatkala bertemu dan bertatapan wajah dengan beliau.

Mari kita sedikit mengupas tentang akhlak. Karena akhlak inilah yang seringkali menciptakan ketertarikan hebat antara pribadi dengan pribadi lainnya, meski mungkin secara fisik relatif kurang menarik. Sepasang kekasih yang menjadi suami istri akan lebih kekal kehidupan rumah tangganya jika akhlak menjadi perhatian utama daripada bentuk tubuh dan para rupa. Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa induk akhlak dan pokoknya itu ada empat: Al-Hikmah, yaitu tingkah laku jiwa sehingga dapat diketahui mana yang benar dan mana yang salah mengenai semua perbuatan yang dilakukan tanpa paksaan. Asy-Syaja'ah, yaitu tunduknya kekuatan amarah pada akal dalam bertindak maju mundur. Al-Iffah, yaitu terbimbingnya kekuatan syahwat oleh kepemimpinan akal dan syara'. Al-'Adl yaitu tingkah laku dan kekuatan jiwa yang mendorong seseorang untuk mengendalikan amarah dan syahwat serta menyalurkannya pada tujuan baik. (Halaman 48)

Buku Magnet Muhammad ini mengupas beberapa hal yang menjadi daya tarik Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya getaran akhlak, daya juang beliau yang luar biasa, hingga efek "magnetis" itu terhadap para sahabat. Salah satu yang beliau miliki dan juga dimiliki oleh orang-orang shalih adalah intuisi. Bedanya, Nabi Muhammad tidak hanya memiliki intuisi tetapi beliau juga mendapat wahyu dari Allah. Sedangkan intuisi atau firasat yang dimiliki oleh sahabat juga nyata-nyata ada, terutama yang berkenaan dengan diri beliau SAW. Seperti Sa'ad bin Abi Waqqash yang terjaga dari tidur dan langsung datang menemui rasulullah karena mendapat firasat bahwa Nabi sedang membutuhkan penjagaan darinya. Atau Ibnu Umar yang mempunyai firasar bahwa Husein RA akan terbunuh di Karbala.

Di bab 4, Bambang Trim, mencoba untuk menguraikan empat sikap hidup Nabi Muhammad SAW. Diantaranya adalah: integritas, loyalitas, profesionalitas, dan spritualitas. Keempat hal itu benar-benar menjadi karakter yang memesona. Penulis menyebutnya sebagai sesuatu yang harus diikhtiarkan, diperjuangkan. Sunggu berbahaya, kata Bambang Trim, jika seseorang yang sebenarnya mampu menghasilkan 100% output hanya mengeluarkan 60% atau 70% output, bahkan sepanjang hidupnya!

Dalam bahasa lain, Bambang Trim merumuskan daya ikhtiar Nabi Muhammad SAW dengan 5 As yaitu: bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja kualitas, bekerja tuntas, bekerja ikhlas. Inilah mungkin yang ingin dibagi oleh penulis, untuk kemudian menjadi motivasi bagi pembaca dalam meningkatkan daya juang, memaksimalkan ikhtiar dengan mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki.

Magnet Muhammad akan membuat Anda terpesona dan menggerakkan langkah-langkah Anda untuk terus menembus langit.

Book Review #89. Review Magnet Muhammad. Penerbit Cicero Publishing,Jakarta. Cetakan 2,2008. 160 halaman


loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Magnet Muhammad SAW"