Pempek Farina, Citarasa Menggoda Selera

Sejujurnya pempek tidak masuk dalam daftar makanan atau camilan favorit saya. Tapi sore itu, istri saya sepertinya "ngidam" binti ngiler Pempek Farina. Katanya baru buka di sebelah Toko Brownies Amanda Sidoarjo, di Jalan Pahlawan. Sebenarnya, sih, gak minta sore itu juga. Kapan-kapan aja, ujarnya memelas.

Tapi karena mungkin hari itu saya sedang bahagia atau gimana entahlah, saya ajak sore itu juga meluncur ke Pempek Farina. Sebenarnya nama "Farina" baru saya ketahui setelah nyampek lokasi. Sebelumnya, istri hanya bilang "tempat jual pempek". Hehe.


Dan sepertinya dia girang banget. Kami memesan tiga menu pempek. Karena baru percobaan dan kebetulan tanggal tua, maka dicarilah yang paling murah, haha. Kami memesan pempek adaan, pempek lenjer, dan pempek kapal selam. Khusus yang terakhir, meski namanya kapal selam jangan lantas dibayangkan sebesar kapal, bro. Yah, sama aja ukurannya.

Sambil menunggu, kira-kira 10-15 menit, saya melihat-lihat sekeliling. Ada beberapa orang sedang menikmati kapal selam, eh pempek maksud saya, sambil ngobrol bersama teman dan keluarga. Hanya sayang, ketika pergi mereka masih menyisakan banyak pempek di piring dan minumannya pun hanya diseruput sedikit.

Pempek Farina pesanan kami pun datang. Kuah mana kuah. Pelonga pelongo. Ealah, ternyata ada di ujung kiri meja. Sudah dimasukkan dalam botol, tinggal tuang sesuai selera. Pedes ada, gak pedes ada. Inilah saatnya... pembuktian!


Pempek Lenjer

Pempek Adaan

Pempek Kapal Selam

Saya bertanya pada istri, apa sih bedanya dengan pempek yang biasa? Mohon maaf, soal selera terkadang saya agak payah. Karena ketika lapar di perut sudah sedemikian mencekam, susah membedakan enak tidaknya suatu makanan. Apalagi ini dunia per-pempek-an yang di Madura tidak terlalu terkenal.

"Bedanya, Pempek Farina ini tengirinya terasa banget," kata istri.

Saya memfavoritkan Pempek Adaan dan Pempek Lenjer, hanya saja sedikit kecewa karena yang terlihat di gambar banner cukup besar dan panjang sedangkan kenyataannya.... hanya sekali telan, bro! Baiklah, abaikan saja. Istri memvaforitkan Pempek Kapal Selam dan Pempek Lenjer. Ini seperti judul film "Pempek yang Tertukar" karena saya pesan Kapal Selam, sementara istri pesan Adaan. Tapi... ehem, kita saling berbagi kok.

Oya, perihal menu, tentu saja tidak hanya tiga macam itu. Ada banyak pilihan. Silakan nih pilih sendiri.


 Jangan khawatir juga bakal kehausan, Pempek Farina juga jual minuman. Hehe. Ini daftarnya


Dalam waktu kurang dari lima menit, tiga pempek langsung raib dari atas meja. Itu pun sudah berusaha untuk diperlambat, agar bisa menikmati, meneliti teksturnya yang gurih dan menggoyang lidah, ketebalannya yang pas, dipadu dengan bumbu yang meresap dan pas, serta mentimun yang diris kecil-kecil menyerupai serundeng (Btw emang serundeng diiris ya?). Tapi begitulah, menggoda selera pokoknya.

"Lalu bedanya dengan pempek yang dijual seribuan?" sampai di rumah, saya masih tanya lagi. Penasaran, karena harga sampai berlipat-lipa gitu.

"Kalo yang seribuan itu ikannya gak begitu terasa. Sedikit banget," begitu penjelasan dari istri yang saya balas dengan anggukan dan "O" panjang.

Kalau pembaca penasaran dengan Pempek Farina ini dan penasaran juga bedanya dengan pempek biasa. Ada saran yang oke dan hot dari saya: beli Pempek Farina dan beli Pempek biasa. Pastikan perut Anda sedang tidak lapar. Ambil dan makan pempek biasa, ambil dan berikan Pempek Farina pada orang terdekat dengan Anda. Lalu tanyakan pada orang itu, "Bagaimana rasanya?" Jangan lupa, sembari bertanya, sediakan tisu untuk mengelap iler Anda yang menetes secara perlahan dan aduhai. (@rafif_amir)





loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Pempek Farina, Citarasa Menggoda Selera"