Pilih Mana: Menikah Karena Cinta atau Karena Dijodohkan?


Sebagian besar orang India percaya bahwa pernikahan karena dijodohkan lebih berhasil daripada pernikahan karena cinta. Jajak pendapat terhadap pelajar India menunjukkan bahwa 76 persen dari mereka akan menikahi seseorang yang memiliki sifat baik meski mereka tak jatuh cinta pada orang tersebut. Berkebalikan dengan pelajar Amerika yang hanya 14 persen dari mereka yang berpendapat serupa. Pernikahan karena cinta jauh lebih mereka inginkan.

Lalu mana yang benar? kata Salim A Fillah, penulis Bahagianya Merayakan Cinta, menikahi orang yang dicintai itu pilihan sedangkan mencintai orang yang dinikahi itu keharusan. Meski saya kurang sependapat dengan frasa terakhir karena sebagaimana yang saya tulis dalam "Rumah Tangga Tanpa Cinta" bahwa mencintai bukanlah kewajiban melainkan tanggung jawablah yang tak boleh dilepaskan, tapi saya ingin menggarisbawahi bahwa menikah dengan orang yang dicintai tak menjamin kebahagiaan dalam mengarungi samudera rumah tangga.

Jadi untuk membuktikan manakah yang lebih langgeng dan bahagia dari pernikahan ala India dan ala Amerika itu, silakan lakukan survey seberapa besar tingkat perceraian yang terjadi dan indeks kebahagiaan yang mereka miliki.

Saya berkeyakinan bahwa mereka yang berbahagia adalah mereka yang tidak menikahi fisik semata dan mereka yang tidak menjadikan cinta sebagai "dewa", karena seringkali cinta yang terlampau diagungkan telah terkotori oleh nafsu sehingga merusak kemurniannya. Dan alih-alih menjadi penyubur taman-taman indah keluarga, justru ia akan merusak dan menghancurkan, menjadi badai yang mengoyak layar kehidupan pernikahan.

Bukan berarti, dengan demikian saya memihak pernikahan lewat perjodohan dan menolak pernikahan atas dasar cinta. Sekali-kali tidak. Keduanya baik. Saya hanya ingin menegaskan bahwa cinta saja tidaklah cukup menjadi syarat pernikahan ideal-bahagia. Harus ada pertimbangan-pertimbangan lain yang lebih besar sebelum memutuskan menjalani kehidupan "kedua" itu.

Jangan pula menganggap bahwa pernikahan lewat perjodohan itu sudah kuno dan kampungan, atau menyebutnya pernikahan ala Siti Nurbaya. Lalu meyakini bahwa pernikahan atas dasar saling mencintai itulah yang suci dan tinggi. Tidak! Tidak demikian.

Belajarlah merenung, tersebab apa engkau mencintai, tersebab apa engkau menikahi. Karena jika kau meyakini bahwa cinta yang menjadikan pernikahan itu sempurnan sementara cintamu padanya karena satu sebab, maka ketika cinta itu musnah tersebab raibnya sebab, pernikahanmu akan berada di ujung tanduk.  (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Pilih Mana: Menikah Karena Cinta atau Karena Dijodohkan?"