Tujuh Bukti Pecinta Buku Sejati Tak Pernah Menjomblo

Para pecinta buku sejati tak pernah menjomblo dalam hidup ini. Mereka tak pernah benar-benar sendiri. Mungkin "jomblo" hanya ada dalam kamus orang-orang yang tak suka buku dan mudah patah hati.

Pecinta buku sejati tak pernah didera galau apalagi termewek-mewek hanya karena tak kunjung bertemu belahan jiwa. Ia tak pernah kesepian. Buku telah menjadi sesuatu yang melebihi kebahagiaan itu sendiri. Buku-buku bukan hanya sahabat baginya, namun mereka telah menjadi separuh nafas, menjadi "Laila" yang membayangi kegilaannya.

Jika tak percaya, tanyakan saja pada bookaholic itu, seperti apa rasanya hidup bersama buku dan tanpa kekasih dari jenisnya sendiri. Tanyakan pada mereka nikmatnya menjalin ritual sunyi berdua, nikmatnya bercumbu dan bersanggama dengan kata-kata.

Mungkin tetap akan membuatmu geleng-geleng kepala. Oleh karena itu, kita buktikan saja di sini. Bahwa para pecinta buku itu telah melalui masa-masa yang jauh lebih romantis daripada sepasang kekasih yang paling romantis. Lebih intim, bahkan terkadang dari sepasang suami-istri yang bergumul tiap malam.

1. Tidur Bersama Buku

    Tidak akan seseorang tidur bersama buku, kecuali ia adalah seorang pecinta buku. Apalagi jika ia telah meritualkan membaca berlembar-lembar hingga mata pejam dan buku berada dalam genggaman, dalam pelukan, di ranjang yang sama. Ranjang, seperti kita ketahui, adalah tempat paling privasi dalam kehidupan seseorang. Hanya istri dan anak-anak yang biasanya rebah di atasnya. Bagaimana jika buku-buku telah menggantikan mereka?

2. Menyampuli Buku

    Menyampuli buku ibarat membelikan baju buat kekasih dan memakaikannya dengan penuh kelembutan dan kehangatan. Pecinta buku tak ingin bukunya cepat lusuh dan berdebu. Oleh karenanya, ia menyampuli mereka dengan penuh semangat.

3. Membawa Buku Kemana-mana

    Buku selalu ada di dalam tas. Setiap waktu tak dibuatnya sia-sia. Ketika sedang menunggu, ia mengeluarkan buku tercinta lalu membaca. Ketika istirahat ia menghibur diri dengan bercakap-cakap bersama buku. Bahkan ketika sedang berjalan, terkadang ia ingin mendekap, menenteng, dan membaca buku. Adakah kekasih sedekat ini?

4. Memiliki Banyak Koleksi Buku

    Buku-buku tak akan pernah marah meski dimadu. Mereka justru akan terlihat semakin menarik ketika diletakkan bersama-sama di satu rak, membuat sang pecinta buku bahagia menatap berlama-lama.

5. Menjaga Buku

    Buku-buku koleksinya akan senantiasa dijaga dengan baik. Tidak hanya dari serangan rayap dan kutu buku, tetapi juga dari peminjam-peminjam yang tak bertanggung jawab. Yang hanya bisa mengotori, menghilangkan, atau malah tak pernah kembali. Penjagaannya melebihi penjagaan pengawal istana terhadap sang raja. Termasuk juga mungkin, si doi terhadap wanita pujaannya.

6. Terinsiprasi dari Buku

    Inilah salah satu bukti bahwa buku telah memengaruhi hatinya. Ia bisa menjadi seperti apa yang ia baca. Pikirannya terasa lebih cerah dari sebelumnya. Kemudian ia tergerak melakukan sesuatu yang menjadikan hidupnya lebih menyala, lebih bergairah. Demikian hebatnya buku, bahkan bisa menggerakkan seseorang untuk mengubah dunia. Sebagaimana konon, di balik lelaki hebat ada perempuan yang hebat pula. Bagaimana jika di balik seseorang yang hebat ada buku yang tak kalah hebat?

7. Melahirkan Buku-Buku

    Ketika hati dan pikiran pecinta buku telah penuh dengan kata-kata, maka tak bisa tidak muncul dorongan yang besar untuk menuliskannya. Buku-buku yang telah ia cumbui sekalian lama menjadi butiran-butiran telur di kepalanya, untuk kemudian menetas, menjadi sebuah buku baru. Kelak, ia juga akan dibaca oleh pecinta buku sepertinya. Melahirkan lagi, lagi. Dan kita tidak tahu, seberapa cepat proses buku melahirkan buku dibanding manusia melahirkan manusia di dunia ini. (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Tujuh Bukti Pecinta Buku Sejati Tak Pernah Menjomblo"