Waktu-Waktu Asyik Untuk Membaca

Seseorang bertanya pada saya, "Punya waktu khusus untuk membaca?" tentu saya punya. Ada saat-saat favorit mengakrabi buku-buku, yaitu pagi hari, sore hari, dan malam menjelang tidur. Perihal ini akan saya jelaskan nanti. Sekarang saya ingin bertanya balik, "Apakah membaca perlu waktu khusus?"

Bagaimana jika kita adalah pekerja yang hampir tiap hari lembur sampai malam, dan jangankan untuk membaca, untuk keluarga saja sudah sangat sedikit. Baiklah, apakah di kantor sama sekali tidak ada waktu meski hanya lima menit untuk rehat? Pasti ada, tapi kan ya kalau digunakan untuk membaca jadi tambah pusing!

Oke. Kalau demikian, kita belum menjadikan membaca sebagai kebutuhan, kita juga belum menjadikan membaca sebagai sesuatu yang menyenangkan meski berkali-kali ketika ditanya hobi kita menyebutkan "membaca" di deretan pertama sekali. Lupakan itu. Tapi kita bersepakat tentang satu hal: bahwa membaca itu penting dan sangat bermanfaat. Lalu kenapa banyak waktu yang terbuang sia-sia tanpa membaca?

Lagi-lagi seseorang bertanya pada saya, "Bagaimana cara mengisi waktu di kantor, pekerjaan saya kebanyakan hanya duduk dan stand by. Jadi banyak waktu dihabiskan untuk bengong." Saya jawab, membacalah. Bahkan meski hanya ada waktu 10 menit sambil nunggu kerjaan berikutnya, misalnya, membacalah. Bisa membaca Al-Quran, buku, atau apapun yang bermanfaat.

Jadi, membaca tidak harus memerlukan waktu khusus. Apalagi jika kita sudah menganggapnya sebagai kebutuhan. Seperti makan, meski belum waktunya makan tapi perut sudah terasa lapar maka kita makan. Itulah yang seringkali saya lakukan, ketika lagi krisis ide atau ketika semangat sedang down. Jika semangat menulis saya yang menurun, maka saya membaca karya-karya teman saya atau penulis-penulis besar atau biografi mereka atau buku-buku kepenulisan. Jika yang sedang turun adalah semangat untuk beribadah saya baca buku-buku agama. Jika yang kendor adalah semangat berbisnis, saya baca buku-buku tentang bisnis. Terkadang rasa malas sangat besar, tetapi saya paksakan. Karena saya tahu, itulah obat saya.

Namun memang, seperti yang saya ceritakan di atas, saya punya waktu favorit atau waktu khusus selain waktu senggang dan waktu-waktu yang insidentil. Pertama, pagi hari. Biasanya selepas subuh dan mengaji, membaca buku adalah aktivitas saya pertama kali. Sambil menghirup udara pagi yang masih bersih dan segar, menyeruput teh hangat dan mendengarkan musik yang mengobarkan semangat. Kedua, sore hari, sambil menikmati senja dan hujan yang kadang-kadang mampir dan menguarkan aroma tanah yang khas, menunggu adzan maghrib berkumandang. Ketiga, malam menjelang tidur, inilah waktu terasyik bercengkrama dengan buku. Saya membaca sambil tiduran dan menutupnya ketika kantuk sudah kelewat berat.

Di luar waktu-waktu khusus itu, sekali lagi, saya tetap membaca. Saya membawa buku kemana-mana. Bagi saya terlalu sayang jika banyak waktu hanya dihabiskan untuk membaca medsos, buku menawarkan sesuatu yang lebih lezat. (@RafifAmir)
loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Waktu-Waktu Asyik Untuk Membaca"