Review Film No Man's Land

Hasil gambar untuk film no man's land pan xiao 

Judul: No Man's Land 

Tanggal rilis3 Desember 2013 (Republik Rakyat Tiongkok)
SutradaraNing Hao
SinematografiDu Jie
SkenarioNing HaoXing AinaPing Shu
NominasiPenghargaan Film Asia untuk Film Terbaik
Pemain: Zheng (Pan Xiao), Huang Bo (Killer), Yu Nan (Li Yuxin), Tao (Teacher)

Sebelum menonton film No Man's Land ini, saya mencoba menerka bahwa isi film nanti akan menceritakan sebuah pulau terpencil yang semua laki-laki penghuninya tewas terbunuh. Tebakan saya tidak seratus persen benar, namun tepat sekali bahwa film ini bercerita tentang pembunuhan. 

Bermula dari seorang pengacara muda bernama Pan Xiao (Zheng) yang disewa untuk menangani kasus seorang bos pemburu elang. Ia telah menabrak seorang polisi hingga tewas. Pan Xiao berhasil menunjukkan kehebatannya dengan memenangkan terdakwa, hingga akhirnya ia bebas. 

Sebagai hadiah atas kebebasannya, Pan Xiao meminta bayaran mobil bos pemburu elang itu. Rupanya seekor elang hasil buruan ada di dalam mobil itu. Pan Xiao tidak menyadarinya. Bos menyuruh anak buahnya untuk mencegat si pengacara dan membunuhnya. 

Sementara itu, di tengah perjalanan pulang, Pan Xiao sudah membayangkan karirnya akan menanjak cepat dengan prestasi yang baru saja diraihnya. Menang melawan polisi. Namun rupanya, di tengah perjalanan pulang inilah, Pan Xiao dihadapkan pada pembunuhan demi pembunuhan. Kejadian demi kejadian.

Kejadian pertama dengan dua supir truk pengangkut jerami yang meludahi mobilnya. Ia turun dari mobil dan berusaha menantang, namun supir truk tak kalah beringas. Karena jengkel, Pan Xiao membakar tumpukan jerami di bak truk.

Perjalanan berlanjut. Anak buah si bos sudah siap menghadang, tapi karena pandangan kurang jelas, tanpa sengaja Pan Xiao menabrak orang tersebut. Dikira tewas, Pan Xiao memasukkan orang itu ke dalam mobilnya. 

Ia berhenti di sebuah tempat peristirahatan yang suasananya aneh dan mengerikan. Di tempat itu, Pan Xiao diperas. Di tempat itu pula Pan Xiao bertemu Li Yuxin (Yu Nan). Li Yuxin menjadi "budak" dan diperlakukan tidak hormat. Kebaikan Pan Xiao membuat gadis itu luluh dan mengatakan ingin keluar dari neraka. Diam-diam ia menyelinap ke dalam bagasi mobil Pan Xiao. 

Cerita mulai berkembang dan semakin seru. Serangkain pembunuhan mulai terjadi. Supir truk pengangkut jerami yang masih menyimpan dendam pada Pan Xiao, Bos pemburu elang yang juga mencari Pan Xiao, juragan Li Yuxin yang juga mencari Pan Xiao. Tampak, sepertinya mereka semua memiliki kepentingan dengan Pan Xiao saja. Namun itulah yang saya kagumi dan si pembuat cerita film No Man's Land ini. Cerita berhasil dirangkai dengan sangat bagus. Sehingga mempertemukan orang-orang tadi melalui serangkaian adegan pembunuhan. 

Menarik. Sangat menarik. Namun pemicunya menurut saya, kurang masuk akal. Anak buah bos yang selama berjam-jam berada dalam mobil dengan berlumuran darah ternyata masih hidup. Padahal ia sudah berkali-kali diseret keluar masuk mobil. Ia mulai menyandera Pan Xiao dan Li Yuxin. Saat itulah supit truk pengangkut jerami datang. Dianggap mengacaukan rencana, si anak buah bos menembak mereka. 

Kini giliran juragan Li Yuxin yang datang memburu. 

Hal lain yang coba saya cermati adalah mengenai waktu. Karena meski hanya sebuah film, waktu yang ditempuh masing-masing tokoh untuk melakukan perjalanan ke tempat yang sama haruslah sama pula. Dan ternyata itu bisa diakali dengan banyak cara. Misal, ketika Pan Xiao berhenti sebentar, Li Yuxin yang ada dalam bagasi bersuara hingga terdengar. Curiga, Pan Xiao memeriksa bagasi dan menemukan Li Yuxin. Keduanya bertengkar dan berdebat. Saat di dalam mobil, Li Yuxin menemukan sosok anak buah bos yang dikira mayat. Lalu ia ketakutan dan pergi. Pao Xin menyusulnya karena takut rahasianya terbongkar. 

Tetapi sayang, ending dari film No Man's Land ini menurut saya masih terlalu klise.





loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Review Film No Man's Land"