Kampoeng Ilmu, Surga Bagi Para Pecinta Buku

Salah satu tempat yang paling sering saya kunjungi di Surabaya adalah Kampoeng Ilmu. Rasanya tidak ada tempat yang saya kenal dengan baik di Surabaya seperti Kampoeng Ilmu. Pergi ke mal pun hanya sekali-kali. Tempat wisata apalagi.

Kampoeng Ilmu ibarat surga bagi para pecinta buku seperti saya. Ada puluhan lapak yang menjual beraneka macam buku, mulai dari buku pelajaran, komik, novel, hingga buku-buku filsafat. Ada yang masih baru, tak sedikit juga yang second atau bahkan masuk kategori langka.
Kampoeng Ilmu tampak dari luar

Apakah semuanya buku bajakan? Sayang sekali banyak orang mengenalnya demikian. Padahal, meskipun ada, buku-buku bajakan sangat sedikit jika dibandingkan dengan buku-buku yang ori. Itu pun biasanya hanya buku-buku best seller yang harga buku aslinya tak bisa ditebus oleh kantong mahasiswa.
Lapak yang khusus menjual komik

Saya ke Kampoeng Ilmu minimal sebulan sekali. Jalan-jalan sekalian kulakan. Pulang-pulang, paling sedikit saya membawa sekardus besar plus satu tas ransel besar berisi buku. Biasanya buku-buku itu saya dapatkan tidak hanya dari satu lapak. Ada banyak lapak yang saya jelajahi untuk memilih buku-buku yang bagus dengan harga murah meriah.

Saya punya banyak pelapak langganan. Hampir semua lapak sudah pernah saya datangi dan membeli buku dari sana. Sehingga tak heran, hampir semua pemilik lapak mengenal saya pula. Begitu saya datang, dengan antusias mereka menawarkan buku-buku dagangannya pada saya. “Mampir Mas. Lihat-lihat dulu…” begitu kira-kira mereka menyapa saya yang berbinar-binar melihat buku.
di salah satu lapak langganan

Yang saya salut dari mereka adalah pelayanannya yang sangat ramah. Untuk menyebut beberapa nama; Mak Ka, Bu Kus, Bu Ana, Mbak Lilis, Mbak Ayu, Mbak Titin, dan lain-lain. Selalu melayani dengan senyum, itulah prinsip dasar seorang penjual, dan itu selalu mereka praktekkan. Tak jarang disela-sela melihat dagangan dan tawar-menawar, canda-canda kecil juga terlontar. Saya pun menjadi cukup akrab dengan mereka.

Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan dari pelapak Kampoeng Ilmu selain buku-buku. Pelajaran untuk memuliakan pelanggan. Terkadang mereka membelikan saya segelas es teh. Bagi saya, itu pelayanan yang sangat spesial. Pelajaran lain, tentang saling berbagi rezeki. Sebagian dari pemilik lapak atau kios masih ada ikatan keluarga. Mereka saling merekomendasikan satu sama lain. Tapi dengan pelapak lain yang bukan saudara, mereka juga berbuat demikian. Ketika buku yang dicari oleh calon pembeli tidak ada di lapaknya, ia akan membantu mencarikan di lapak lain. Atau ketika ada yang membeli borongan buku tertentu, pelapak lain juga dikasi bagian. Pelajaram ketiga, tentang ikatan persaudaraan. Terlihat mereka sangat guyub satu dengan yang lainnya. Ngobrol satu masalah hingga masalah lainnya. Duduk bareng, bercerita tentang jualan masing-masing, tertawa, sekali-kali serius juga. Sungguh rasanya banyak pelajaran yang tanpa terasa sudah mereka bagi.

Kampoeng Ilmu bagi saya adalah tempat yang paling menyenangkan di Surabaya. Biasanya pagi saya sudah di sana. Sekitar pukul 8. Sudah ada kios yang buka. Hunting sampai sore. Makan siang di sana. Ada warung di ujung paling barat dengan menu yang nikmat. Penyetan dengan sambal yang mantap. Porsi nasinya juga lumayan buat seukuran perut saya. Satu deret dengan warung juga ada mushalla, bagi pelanggan yang mau menunaikan shalat. Pokoknya kalau sudah di sana, bikin betah deh. Apalagi kalau melihat ada banyak buku bagus. Rasanya gak pengen pulang. Atau pulang dengan membawa buku-buku itu semua. Hehe.

Kampoeng Ilmu buka setiap hari. Tak mengenal libur. Mau itu tanggal merah atau hari raya, tetap buka. Kadang saya tak habis pikir, begitu bersemangat mereka dalam menjemput rezeki dengan menjual buku, meski sesekali mereka juga mengeluhkan lapaknya yang sepi. Biasanya mereka panen besar hanya saat tahun ajaran baru. Siapa lagi kalau bukan mereka yang mencari buku pelajaran buat anaknya. Di luar itu, hanya pecinta bukulah yang bersemangat mengunjungi tempat ini.

Padahal lokasi kampoeng Ilmu sangat strategis. Beralamat di Jl Semarang No.55. Sebelah selatan (kira-kira 200 meter) dari Stasiun Pasar Turi. Apalagi, sepanjang Jalan Semarang mulai dari setelah stasiun hingga beratus meter setelah Kampoeng Ilmu juga berjejer lapak-lapak buku yang tak kalah kerennya.

Ohya, sebagian lapak di Kampoeng Ilmu buka sampai malam, sekitar jam 8 atau 9 malam. Jadi kalau kamu tidak ada waktu di siang hari, berkunjung malam hari juga bisa. Hanya saja memang tidak banyak pilihan, karena hanya satu dua saja yang masih menjajakan buku-bukunya.


loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

7 Responses to "Kampoeng Ilmu, Surga Bagi Para Pecinta Buku"

Junita Susanti mengatakan...

Wah.. kalo ke Surabaya aku wajib mampir ke sini, kayaknya dompetku bakal tekuras ^^

Rafif Amir mengatakan...

@junitasusanti: siap kak, sekalian kopdar :-)

sri widiyastuti mengatakan...

iya bener, surga dunia nih buat pecinta buku .. makasih sharingnya mas, bikin mupeng :D

Yeni Mulati Afifah Afra mengatakan...

Selalu bergemuruh dada ini melihat tumpukan buku

De pita mengatakan...

Tumpukan komiknya bikin ngileeeer...

Ilham Sadli mengatakan...

Nyari buku-buku langka asyik kayaknya disana,

Koko Nata mengatakan...

Kapan-kapan kudu ke sana...