Segalanya Serupa Rambutmu; Antologi Puisi karya Para Penyair Sidoarjo

Betapa cemas hari-hari. tanpamu. mulut tersulam rambut di timur tanggulangin cinta meleleh. kau talak aku seperti rumah yang runtuh. sunyi menanggul air mata yang mengucur tak sudah-sudah. pacul dipatungkan lumpur. sabit dikaratkan lempung. rerumput merintih. menjalar perdui otakku. membenalu. menempel-hisapi tubuh ceking ini. kemanakah kau. 

Itulah salah satu puisi dalam buku ini yang ditulis oleh F. Azis Manna, seorang penyair Sidoarjo yang pernah meraih Kusala Literary Award. Puisi itu bersanding dengan 147 puisi lainnya dari 33 penyair se-Sidoarjo. Ada nama saya pula di dalamnya (Rafif Amir).

Buku ini bermula dari gagasan Ferdi Afrar, koordinator komunitas Malam Puisi Sidoarjo (MPS), untuk menyatukan seluruh karya berupa puisi dari para penulis di Sidoarjo. Maka dibuatlah sayembara, yang segera menyebar cepat dan direspon dengan sangat positif sehingga jadilah antologi puisi Segalanya Serupa Rambutmu.

Ferdi Afrar dalam kata pengantarnya mengatakan bahwa tema puisi dalam buku ini sangat beragam, tidak harus mengandung unsur lokalitas. Usia para penulisnya pun sangat beragam. "Yang kami utamakan adalah menemukan pecinta-pecinta puisi baru untuk berkenalan dan berbagi inspirasi," demikian ungkap Ferdi.

Meski relatif banyak penulis muda, dari profil yang saya baca, rata-rata sudah cukup berpengalaman di dunia literasi bahkan banyak yang tergabung di beberapa komunitas, misal salah satunya Forum Lingkar Pena (FLP). Setidaknya ada 4 nama yang tercatat sebagai anggota FLP; Rafif Amir, Ika Safitri, Daud Insyirah, dan Kyota Hamzah.

Segalanya Serupa Rambutmu dan Sajak-Sajak Lain

Rasanya tak lengkap, membicarakan sebuah karya tanpa mengulas karya tersebut. Maka saya akan mengulas meski tak panjang satu-dua puisi dalam buku ini terutama yang menimbulkan kesan tersendiri saar saya membacanya.

Tentu saja, dimulai dari karya F. Azis Manna, berjudul Banyu Urip. Tentang seorang pria yang kesepian dan kesedihan tak tertahankan, melihat gadisnya yang tergolek. Dibuka dengan deskripsi yang cepat dan ujung yang cepat pula, tapi perih.

Berbeda dengan karya lain Azis Manna, Segalanya Serupa Rambutmu, yang juga menjadi judul buku ini. Dalam SSR, Azis Manna lebih santai dan liris. bulan memenuh di lingkar hitam garis irismu. lepuh. busur punggungmu menjauh. melesatkan anak panah kenangan. menembus lampion merah dalam dada// kau garis cakrawala yang menggulung cakrawala yang lain. yang tertunda jadi benar-benar tertunda. seperti sebuah harapan. sebuah masa depan.

Kemudian puisi milik Ferdi Afrar, berjudul Mitologi Kata. kepada dahan dan ilalang yang menembang/ sekian kalimat rompal, berjumpalitan disisir bulan/ asu mengaum, kata berjatuhan-melayang/ huruf-huruf berloncatan/ rambut ikalmu kian tak aman/ diselusup kisah yang terus meminta/ dikabarkan. Pilihan katanya sederhana, namun maknanya begitu dalam. Ferdi sepertinya lihai dalam meramu menu-menu yang biasa menjadi sajian yang sangat lezat.

Selain F Azis Manna dan Ferdi Afrar, ada dua nama lagi yang saya tandai. Rena Kharisma dan R Giryadi. Dua nama ini tidak asing lagi di telinga saya. Tapi puisinya kali ini, benar-benar indah. Saya ingin mengutip Selamanya Cinta karya Rena Kharisma. Jatuh cinta, bagai galaksi, merangkaikan rasi-rasi/ memusimkan semi lebih lama/ dari tanggal-tanggal bulan Juni. Milik R Giryadi lain lagi. Judulnya cukup unik, Rengginang. Rasanya, tak perlu saya komentari lebih, cukup dinikmati saja. Dan akan saya sajikan utuh bait pertama.

Begitulah kemiskinan terasa gurih untuk kita kunyah/ pada terik yang berkepanjangan dan sisa nasi yang membusuk/ perut melilit semacam harapan yang sekarat di atas tungku/ dan kayu-kayu membakar, asapnya membumbung kelabu/ ibu dengan tungku yang retak pada sisinya/ lalu ia melihat langit terasa menggebu/ belum lagi ada yang menggaharu biru periuk/ kosong tanpa lauk. 

Sementara karya saya, ada lima biji. Bertemu Tuhan, Gelas Kaca, Hujan, Jalan Darah, dan Kematian. Tanpa perlu penjelasan, silakan dinikmati.

Book Review #95. Review Segalanya Serupa RambutmuKarya Komunitas Malam Puisi Sidoarjo. Penerbit Meja Tamu, Sidoarjo: Cetakan 1,2017. 247 halaman.


loading...

Silakan masukkan alamat email untuk menerima postingan dari blog ini secara rutin.

0 Response to "Segalanya Serupa Rambutmu; Antologi Puisi karya Para Penyair Sidoarjo"