Asmak Kopi, Kopi Luwak Identik Bercitarasa Tinggi

Perdebatan seputar kehalalan kopi yang diproses melalui hewan luwak tak kunjung selesai. Hal ini karena kopi telah melalui proses pencernaan lewat perut luwak dan keluar bersama feses. Sebagian kemudian membolehkan dengan syarat kopi harus dicuci sampai benar-benar bersih dan terpisah dari kotoran.

Selain itu, kontroversi kopi luwak juga seputar perlakuan terhadap hewan musang luwak yang dianggap kejam. Berdasarkan hasil investigasi, sebagaimana dilansir oleh bbc.com (15/9/2013), perlakuan terhadap luwak sangat buruk dan menyedihkan. Musang-musang itu berada di kandang yang tandus dan kotor, serta kurang diperhatikan.

Berangkat dari kegelisahan itulah, Asmak Afriliana, seorang peneliti dari Universitas Jember kemudian mencoba memproduksi kopi dengan citarasa sama seperti kopi luwak tetapi tanpa melalui proses di tubuh luwak. Inilah kelak yang menjadi cikal-bakal Asmak Kopi.
kantor Asmak Kopi di Jember

Serangkaian penelitian dilakukan, diolah dengan menggunakan reactor system batch dan ragi khusus, sampai kemudian para panelis ahli di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember menyatakan bahwa Asmak Kopi memiliki skor 85,5. Nyaris setara dengan kopi luwak yang memiliki skor 86. Karena itu pulalah, Asmak Kopi disebut juga dengan kopi luwak identik.

Harga Asmak Kopi jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan kopi luwak. Jika kopi luwak yang bahkan diekspor ke luar negeri dibrandrol dengan harga jutaan rupiah per kilo, Asmak Kopi hanya berkisar 250-300 ribu per kilo. Jauh banget bukan? Apalagi juga tersedia kemasan 500 gram hingga 100 gram yang harganya tentu lebih murah lagi.
kopi luwak identik dalam kemasan

Ada tiga varian rasa: Arabika, Liberika, dan Robusta. Didorong rasa penasaran, saya mencoba membeli sebungkus Asmak Kopi Liberika yang memiliki netto 250 gram. Istri saya mencoba menyeduhkannya untuk saya. Saya cicipi sedikit. Rasanya aneh, pahit dan agak kecut. Usut punya usut, ketika langsung ke ownernya, ternyata kopi bubuknya kebanyakan. Terlalu kental. Hanya cukup satu sendok teh untuk segelas kopi 200 cc. Oalah, rupanya over dosis tho. Kami tertawa geli.
Lalu coba kami bikin lagi, sesuai takaran yang dianjurkan. Dan sukses! Rasanya nikmat luar biasa. Aromanya bikin saya kehilangan kata-kata. Sebaiknya disajikan dengan tak terlalu banyak gula, agar citarasanya tetap terjaga.

Jadi memang sebaiknya ada saran penyajian di kemasan bagian luar, agar kejadian yang menimpa kami tidak terulang pada orang lain, hehe. Atau sebenarnya, kami saja yang gagal paham karena saking sangat jarangnya bikin kopi dari bubuk asli.

Selain kopi luwak identik dalam bentuk bubuk, produk Asmak Kopi yang lain adalah sujut atau susu kejut listrik, susu yang diawetkan menggunakan pulse electric field (kejut listrik tegangan tinggi). Ada juga minuman kopi latte dan cappuccino cair dalam kemasan botol. Harganya sangat terjangkau. Untuk Sujut hanya 6000 rupiah per botol, sementara cappuccino dan latte hanya 8000 rupiah per botol. Asmak Kopi juga menjual kopi yang masih dalam bentuk biji kering namun sudah difermentasi.
sujut latte

Jika Anda tertarik untuk mencicipi, atau membandingkan Asmak Kopi dengan kopi luwak yang harganya jutaan itu, silakan saja dipesan langsung lewat FB Asmak Kopi atau ke pemiliknya langsung, Asmak Afriliana. Jika Anda tertarik untuk menjualnya kembali, sepertinya juga dibuka penawaran spesial sebagai agen atau reseller. Boljug kan?


Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Asmak Kopi, Kopi Luwak Identik Bercitarasa Tinggi"

Novitania mengatakan...

Oh jadi nama Asmak kopinya, diambil dari nama pencetusnya yaa. Kerennnn.
Selama ini aku juga mikirnya, apa nggak kasian sama luwak yang dikasih makan biji kopi terus demi produkai kopi luwak, ternyata memang begitu faktanya. Sedih kali dengernya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel