Ingin Tambah Ganteng dan Cantik? Jawabnya di Warung Makan Doa Ibu Pak Tofa


Siapa yang ingin tambah ganteng dan cantik?

Tak perlu perawatan wajah. Cukup datang ke Warung Makan Doa Ibu Pak Tofa. Lalu pesan seporsi nasi goreng Jawa dengan level “Berasa Mantap”. Gak percaya? Habiskan makannya, lalu ngaca dan ketawa sepuasnya.

“Tambah Pedes Tambah ganteng, Tambah Pedes Tambah Cantik”, itulah slogan atau tagline Warung Makan Doa Ibu Pak Tofa. Berlokasi di Sambong Santren, Pasar Legi, Kota Jombang, warung makan ini selalu ramai dikunjungi. Rata-rata anak muda. Yah, kamu milenial gitu.

Mungkin karena alasan itu pula, teman-teman FLP Jombang yang rerata masih muda mengajak saya ke Warung Pak Tofa ini. Sehingga langsung saya merasa lebih muda 20 tahun dari usia sebenarnya. Hahaha.

Auranya terasa. Maksudnya aura asap dari dapur yang terbuka. Menusuk telinga, eh hidung. Tajam. Tajam sekali. Setajam silet. Awalnya, saya merasa itu hanyalah tanda-tanda sesaat bahwa nasi goreng hampir matang. Tetapi tidak, bau asap berkelanjutan. Beberapa pembeli sudah mulai terbatu-batuk. Ada yang meler. Yang tak kuat, memilih pakai masker kayak Gunung Sinabung baru saja meletus.

Sebagai mantan detektif kambuhan, saya mencoba mencari tahu apa gerangan yang membuat asap begitu memerihkan hidung satu-satunya ini. Saya coba potret dengan kamera. Tak ditemukan keganjilan atau sesuatu yang mencurigakan, kecuali tukang masaknya tidak sama dengan yang ada di foto. Yang di foto berkumis, dia tidak. “Oh, itu anaknya, Be,” kata teman-teman. Saya mengangguk percaya.

Tapi bukan itu saudara-saudara yang sedang saya cari. Penyebab asap itu. “Itu karena pakai arang, Be.” Lagi-lagi insting kedetektifan saya dikalahkan oleh jawaban instan.

Pemirsa, sungguh unik dan menakjubkan, bahwa cara masak ala Warung Makan Doa Ibu Pak Tofa ini masih tergolong jadul. Bukan menggunakan kompor gas, melainkan menggunakan arang yang dibakar. Jadi, dari sanalah sumber asap itu. Seorang bertugas mengipas arang agar tidak padam, seorang beratraksi dengan penggorengannya, ada yang mengantar makanan dan minuman, ada yang mencatat pemasukan. Eh, atau mungkin tagihan ya?

Saya pikir, capek juga ya menjadi tukang kipas dan harus mengguyur asap ke hidungnya setiap saat. Tetapi sepertinya dia kebal. Buktinya gak batuk-batuk dan gak kena flu. Konon, ia bekerja sejak jam 9 pagi sampai malam. Selama warung itu buka. Ini kata Tarwiyah. Benar atau tidak, gak tahu juga. 
Kalau benar, hebat tuh tenaganya. Padahal pelanggan yang datang tak ada jeda. Satu pulang, dua datang. Dua pulang, tiga datang. Atriannya juga lumayan. Kalau kalian lapar kebangetan sampai kira-kira mau pingsan, saya sarankan tidak pergi ke warung makan ini, karena hanya akan mempercepat kalian pingsan!

Namun tunggu dulu, semakin lama kalian menungu, semakin bertambahlah kecantikan dan ketampanan kalian. Kalau gak percaya, silakan lihat di kaca spion. Tapi dengan terlebih dahulu pakai bedak atau sisiran. Plus jangan lupa, senyum cisss-nya.  

Berbicara soal menu. Ada banyak menu yang ditawarkan oleh Warung Makan Doa Ibu Pak Tofa. Selain nasi goreng, ada mie goreng, mie kuah, bihun goreng, krengsengan sayur, hingga capjay. Minumnya mulai es teh, es jeruk, es tomat, hingga soft drink. Silakan pilih sesuai selera.

Kalau saya, karena begitu masuk yang terlihat adalah nasi goreng, spontan langsung pilih nasi goreng. Saat ditanya level pedasnya seberapa? Saya malah tanya, yang gak pedas ada? Sepertinya saya trauma dengan masakan-masakan Jombang yang bikin lidah keriting. Hahaha.

Katanya tidak ada. Jadilah saya pilih level paling rendah, alias level “pedas”. Tarwiyah juga ambil yang level ini. Sementara Ana, pilih level di atasnya, level “panas”. Tak ingin kalah, Ninik, yang ingin makin cantik pilih level puncak, “berasa mantap”. Saya tak terbayang seperti apa pedasnya.

Belakangan, setelah saya pulang dan melihat hasil pemotretan saya di Warung Pak Tofa, ternyata ada juga pilihan level “tidak pedas”. Wah, dikerjain nih saya.

Tapi tak apa. Karena setelah kami menunggu dengan sabar, khidmat, dan seksama, namun lama waktunya, nasi goreng aneka level pun tersaji di meja. Beruntung, saya mengucap syukur karena ternyata level “pedas”, pedasnya pas banget versi lidah saya. Sehingga akhirnya berhasil saya “taklukkan” dalam tempo sesingkat-singkatnya, tanpa derai air mata, keringat, dan air hidung yang meleleh.

Sementara di kubu sebelah. Duduk dengan cantiknya, Si Ninik yang melahap nasi goreng level mantap. Ia juga berhasil menaklukannya. Padahal pas saya lihat, porsinya lebih gede dari yang lainnya. Mungkin tambah level, tambah jumbo porsinya. Tak mau kalah, Ana menunjukkan kekuatannya, tetapi ia KO di tengah jalan. Bukan kepedesan katanya, tapi kebanyakan. Lain lagi dengan di sudut paling pojok, Tarwiyah sudah KO duluan. Hehe. Akhirnya dibungkus, dibawa pulang.

Tentang kualitas rasa, bisa dibilang nasi goreng Warung Pak Tofa ini cukup berkelas. Beda jauh dengan nasi goreng yang biasa saya beli di pinggir jalan. Ada sensasi gurih yang tak biasa. Nyaman di lidah. Bumbu tidak terlalu tajam namun tegas dan berwibawa. Maksudnya? Hehe, ya kan kadang ada yang kebanyakan micin atau kebanyakan saos sehingga rasanya agak berantakan. Ini tidak. Setiap kunyahan selalu membuat ketagihan. Nasinya tak terlalu lembek tapi tak juga terlalu kering. Proporsional.

Saat melahap, jangan lupa padukan dengan krupuk putih agar lebih gurih dan mantap.
Selain masakan dengan citarasa istimewa, bangunan Warung Makan Doa Ibu Pak Tofa, meski dari luar terlihat seperti gubuk sederhana, namun tetap mengutamakan dan menjaga kualitas kebersihan. Meja dan kursi juga tertata rapi, membuat pengunjung betah nongkrong berlama-lama. Di pojokan, saya melihat foto Opick dengan pemilik warung. Kata teman-teman, Opick memang pernah mencicipi menu Warung Makan Pak Tofa.

Meski lokasi agak terpencil menurut saya, agak jauh dari pusat kota, di sebelahnya kuburan pula, namun Warung Pak Tofa tetap menawarkan sejuta sensasi yang membuat siapapun ingin kembali lagi.

Apalagi harganya yang relatif aman, gak buat kantong jebol. Seporsi nasi goreng level pedas hanya seharga 15 ribu saja. Semakin naik levelnya, semakin naik pula harganya. Selisihnya hanya 3 ribu rupiah saja. Harga yang wajar dan pantas untuk nasi goreng dengan rasa dan aroma “wah”.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Ingin Tambah Ganteng dan Cantik? Jawabnya di Warung Makan Doa Ibu Pak Tofa"

Reffi mengatakan...

Kayanya enaaak

Ilham sadli mengatakan...

Kayaknya enaak kalau mampir kesini pas ke jombang 😊

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel