Tips Jitu Mengelola Waktu (#7): Mengatasi Prokrastinasi


Saya yakin banyak orang mengalami ini. Prokrastinasi. Sebuah tindakan mendahulukan pekerjaan remeh, sebelum memulai pekerjaan penting. Bahasa mudahnya, suka menunda-nunda suatu aktivitas. Pelakunya disebut prokrastinator.

Para prokrastinator sebenarnya menyadari bahwa apa yang dilakukannya akan berdampak buruk. Hal itu bisa menjadikan tugas-tugasnya semakin menumpuk, yang berakibat pada bertambahnya beban. Jika tidak kuat, bisa-bisa berujung pada stress. Harmonisasi hidup menjadi terganggu.

Salah satu ciri orang yang melakukan prokrastinasi adalah, suka menangguhkan pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan hari ini, untuk dilakukan besok. Tapi ternyata esoknya, ia menunda lagi karena merasa masih cukup waktu. Begitu seterusnya. Ketika sudah masuk deadline, ia baru menyadari bahwa tinggal beberapa jam lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya. Lalu ia melakukannya dengan cepat. Bisa jadi berhasil, bisa jadi tidak. Kalaupun berhasil, seringkali hasilnya kurang sempurna.

Orang-orang prokras, kalau diibaratkan, mengubah pepatah populer menjadi “bersenang-senang dahulu, bersakit-sakit kemudian”. Mereka melakukan sesuatu yang menyenangkan, meskipun tidak penting, dengan alasan untuk membantunya melakukan pekerjaan inti dengan lebih baik. Nyatanya, justru waktunya habis untuk hal-hal remeh itu.

Satu contoh. Anda harus menulis artikel untuk sebuah majalah. Anda sudah menyalakan laptop. Kemudian mulai memutar musik. Sambil lalu mendengarkan musik, Anda menyeduh teh hangat, yang Anda percaya dapat membuat pikiran Anda semakin cemerlang saat menulis. Beberapa menit berlalu. Anda belum menulis. Anda ambil handphone, baca-baca dulu pesan whatsapp. Ternyata ada beberapa video lucu yang membuat Anda sangat tertarik untuk menontonnya. Lalu Anda pun menontonnya. Setelah itu, Anda buka WA Grup. Ada diskusi seru. Nama Anda disebut di sana. Anda terpancing untuk menanggapi. Diskusi berlangsung semakin seru.

40 menit kemudian, Anda tersadar bahwa Anda belum menulis. Baiklah, Anda akan menulis. Tetapi pikiran buntu. Emosi belum stabil pasca diskusi. Anda ambil buah apel di kulkas untuk relaks. Sambil menunggu kunyahan apel habis, Anda buka facebook. Siapa tahu juga bisa dapat inspirasi, pikir Anda.

Halo? Apa yang sebenarnya telah terjadi? Prokrastinasi. Anda meletakkan yang prioritas di belakang dan mendahulukan yang kurang prioritas. Akibatnya, waktu Anda banyak terbuang.

Seharusnya, yang Anda lakukan, adalah sebaliknya. Buatlah setiap aktivitas sebagai sebuah imbalan karena telah menyelesaikan sebagian dari tugas yang sebenarnya, kata Michael Heppell dalam How To Save an Hour Every Day. Jadi Anda mulai tulis dulu artikel itu. Setelah berhasil menulis 300 kata, misalnya, berikan imbalan untuk Anda sendiri, dengan menyeduh teh hangat dan menikmatinya. Lalu mulai menulis lagi. Kini, sudah 600 kata. Anda berhenti sejenak. Ambil apel dari kulkas dan nikmatilah.

Mulailah menulis lagi. Dan akhirnya, artikel Anda selesai! Anda melihat bahwa Anda masih punya waktu untuk mengerjakan hal lain sebelum memulai kembali aktivitas penting. Maka Anda bisa menggunakan waktu tersisa itu untuk membuka pesan whatsapp dan membaca status di facebook. Menarik bukan?

Intinya adalah, dalam mengatasi prokrastinasi ini, Anda dahulukan aktivitas prioritas. Lalu beri hadiah untuk diri Anda sendiri ketika berhasil memulai dan menyelesaikannya. Cobalah, ini akan membuat hidup Anda menjadi lebih baik.

sumber gambar: lets-sharing-information.blogspot.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

6 Responses to "Tips Jitu Mengelola Waktu (#7): Mengatasi Prokrastinasi"

astina ria mengatakan...

aku suka gitu...
setelah baca ini, semoga ada perubahan.. Aamiin

Milda Ini mengatakan...

sesekali aku begitu, tapi kalo dalam pilihan waktu dan prioritas, maka aku akan mendahulukan waktu atau deadlinenya

Dewi Rieka mengatakan...

Ya ampun gue banget ini mas huhu baru tahu ada istilahnya..rumit pulak..

Ransel Lusuh mengatakan...

Ulasan yang keren banget mas untuk aku yang suka mengerjakan hal2 remeh eh sewaktu mau mengerjakan yang prioritas malah energi dah merasa habis, jadi tidak selesai.

Ahmad Lamuna mengatakan...

Masalahnya adalah ketika sudah di depan laptop, sering lupa karena keasikan mengerjakan hal-hal yang remeh.

Ilham Sadli mengatakan...

Terima kasih nasihatnya be

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel