Kampung Coklat, Sejuk Dipandang dan Ngangeni


Mendengar namanya, sudah jelas kan apa yang akan kamu temui di Kampung Coklat? Yup, Beragam olahan coklat tersedia di sana. Jika kamu termasuk penggemar coklat kelas berat, wisata Kampung Coklat di Blitar ini tak boleh kamu lewatkan.

Berlokasi di Desa Plosorejo Kademangan, Kabupaten Blitar, tak terlalu jauh dari pusat kota Blitar. Hanya sekitar 10 kilometer saja. Kamu bisa menggunakan transportasi online Grab atau kendaraan pribadi.

Tiket masuk Kampung Coklat sangat murah meriah. Hanya 5.000 rupiah per orang. Kamu sudah bisa berkeliling sepuasnya di sana. Menikmati pemandangan kebun coklat yang hijau, dengan buah-buahnya yang menggantung.

Blitar memang dikenal sebagai penghasil kakao terbesar di Jawa Timur. Setiap tahun, Blitar mengekspor lebih dari 500 ton biji kakao terbaik ke seluruh dunia. Wow, amazing. Jadi tak salah, kalau Blitar punya Kampung Coklat.

Sudah dua kali saya berkunjung ke Kampung Coklat. Pada kunjungan terakhir, saya melihat sudah lebih asri dan tertata rapi.

Sejarah Kampung Coklat

Kampung Coklat berdiri pada tahun 2014 dengan semangat untuk membangun perekonomian Indonesia, di atas tanah seluas 750 m2 milik Kholid Mustofa.

Awalnya Kholid adalah peternak unggas, tapi kemudian gulung tikar dan memutuskan fokus budidaya kakao.

Usahanya berkembang, hingga bisa ekspor kakao ke luar negeri. Kesuksesan inilah yang kemudian membuat Kholid tertarik mendirikan Kampung Coklat, sebagai bagian dari usaha pemberdayaan ekonomi warga.

Dari sanalah Kampung Coklat kemudian berkembang. Saat ini selain menjadi salah satu ikon wisata di Blitar, Kampung Coklat juga menyediakan beragam fasilitas seperti penginapan, kafe, dan kegiatan outdoor.

Kampung Coklat memiliki konsep edu wisata untuk pelajar mulai TK, SD, hingga bangku perguruan tinggi. Mereka akan ditunjukkan secara langsung bagaimana pengolahan biji kakao sampai menjadi coklat siap saji. Mereka juga bisa mencoba terlibat langsung dalam praktik.

Aneka Produk Coklat


Kalau mungkin kita terbiasa menikmati coklat dalam bentuk batangan, di Kampung Coklat ada banyak produk olahan coklat. Yang mungkin agak aneh adalah nasi coklat dan mie coklat. Seperti apa rasanya? Kamu pasti penasaran.

Beragam produk itu bisa dibeli di kafe-kafe sepanjang wisata Kampung Coklat. Kamu bisa nongkrong di tempat duduk yang disediakan sambil menikmati sejuknya pemandangan. Jangan lupa untuk berswafoto di spot-spot yang menarik.

Untuk oleh-oleh, bisa membeli di gerai khusus yang menyediakan banyak sekali produk olahan coklat. Harganya bervariasi, mulai 5000 hingga puluhan ribu rupiah. Kamu tinggal menyesuaikan dengan budget dan isi dompet.

Desain interior Kampung Coklat sangat cantik dan elegan. Kata teman saya, seperti desain istana. Apalagi ada kolam ikan di sepanjang jalan, dan pohon kakao yang hijau segar.

Kampung Coklat buka setiap hari, mulai pukul 08.00-18.00 WIB

Berlangganan update artikel terbaru via email:

6 Responses to "Kampung Coklat, Sejuk Dipandang dan Ngangeni"

Ahmad Dzikrullah mengatakan...

Keren banget kampung coklatnya, dulu ke sini ndak tau kalo ada kampung coklat, semoga next time ya

Fauziah mengatakan...

Kesini lebih dari 5x.. Nggak bikin hehehe... Smg bisa ksini lagi buat bikin video

iluvtari mengatakan...

nah kalo yg ini asli pengin datengin nih! mungkin kapan2 ya, soale jatim kan kampung ortu, tp belum pernah ke sana

Lina W. Sasmita mengatakan...

Selalu respek dengan para pengusaha yang bangkit dan mulai membuka usaha lain hingga akhirnya sukses.

Potensi produksi coklat Indonesia itu sangat besar, seharusnya kita jadi produsen coklat siap pakai.

kokonata mengatakan...

Wah, asyik ini. Bisa jadi tempat wisata edukasi dengan anak-anak. Biar mereka tahu bentuk asli cokelat bukan yang siap makan itu

Ilham Sadli mengatakan...

aku belum pernah kesini, tapi serng baca tulisan teman-teman tentang kampung ini. Jadi kalau ada kesempatan lagi ke Blitar, pasti bakalan mampir kesini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel