Eksotisme Ranu Regulo, Danau Cantik di Kaki Gunung Semeru

Lumajang memiliki banyak tempat wisata yang eksotik. Salah satunya ranu atau danau. Di antara sekian ranu yang ada di Lumajang, salah satunya adalah Ranu Regulo. Terletak di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Ranu Regulo relatif mudah dijangkau dengan angkutan darat.

Perjalanan menuju Ranu Regulo dari Lumajang kota sekitar 1 jam. Ini saya ketahui saat perjalanan pulang, karena sebelumnya saya dan rombongan berangkat ke Ranu Regulo dari Pasrujambe. Medan yang dilalui lumayan menantang. Salah satu mobil rombongan sempat mengalami masalah dengan persenelengnya, tapi Alhamdulillah kemudian bisa teratasi. Jalan menanjak dan berliuk-liku; curam dan tajam.

Pemandangan kanan-kiri tak ada lain, kecuali hutan yang hijau lebat, pepohonan yang tinggi menjulang, serta kabut yang menyamarkan ketinggian. Namun demikian, jalan sudah bagus dan beraspal, hanya perlu hati-hati jika hujan turun lebat, kondisi tentu agak licin.

Sampai di lokasi parkir wisata, saya dan teman-teman masih harus berjalan kaki sekitar 200 meter menuju Ranu Regulo.
Tidak terlalu jauh. Jalannya pun datar dan sudah berpaving. Jadi tidak perlu khawatir capek atau jalan becek. Sambil jalan kaki, nikmatilah udara segar sambil sesekali berselfi ria. Hanya sekitar 5 hingga 10 menit, kita akan menyaksikan pemandangan yang eksotik. Pemandangan luar biasa nan cantik.
Credit by Visit Lumajang

Itulah Ranu Regulo. Danau indah yang terletak 200 mdpl dari kaki Semeru, dengan luas 0,75 ha. Sesekali tampak kabut berarak menyelimuti, lalu hilang ditiup angin.
Pemandangan yang mengesankan. Pantas, beberapa orang sampai rela menginap di sekitar Ranu beberapa hari, dengan tenda mini dan peralatan masak seadanya. Salah satu yang saya temui saat itu, beberapa pemuda asal Surabaya. Mereka sengaja datang dari Kota Pahlawan hanya untuk menikmati keindahan Ranu Regulo. Konon, sunrise di Ranu Regulo sangat indah dan menakjubkan. Sayang, saya tak bisa menikmatinya langsung, karena saya tiba di sana sudah menjelang siang.

Credit by Visit Lumajang
Ada beberapa spot bagus jika kamu ingin mengambil gambar. Pertama, tentu di papan nama, sebagai bukti bahwa itu memang Ranu Regulo asli, hehe. Kedua, di sekitar tepi danau, di sebelah mana pun bagus. Terutama di sisa akar kayu – yang entah tumbang atau sengaja ditebang.
Ketiga, di atas jembatan. Bukan jembatan sih, tapi semacam pelabuhan mini atau apalah terserah menyebutnya. Keempat, di antara pepohonan atau ilalang, sambil membelakangi danau. Tentu akan menjadi momen yang tak terlupakan.

Ranu Regulo adalah salah satu destinasi wisata yang patut dipertimbangkan jika kamu ingin melepas penat atau mungkin melepas stress setelah suntuk dengan tugas dan pekerjaan. Pikiran akan kembali segar, kamu bisa berpikir lebih jernih dan matang. Bagi pekerja kreatif, semisal desainer, video editor, dan penulis, Ranu Regulo bisa menjadi tempat yang cocok untuk menemukan banyak ide keren.

Keluarga FLP Jatim di Ranu Regulo
Sebenarnya, selain Ranu Regulo, ada lagi Ranu Kumbolo yang masih satu kawasan namun berbeda lokasi. Namun konon medannya jauh lebih sulit. Harus mendaki dulu dengan berjalan kaki sekitar lebih kurang 2 jam. Mana yang lebih indah diantara keduanya? Saya tak bisa menilai, karena belum pernah sampai ke sana.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Eksotisme Ranu Regulo, Danau Cantik di Kaki Gunung Semeru"

Bima Widjanata Suwaji mengatakan...

Wah seneng banget kayaknya ya. Sayang banget belum bisa bergabung kemarin. Huhuhu

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel