Mengenal Virus Corona, Covid-19, dan Bagaimana Pencegahannya



Coronavirus adalah jenis virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai gejala berat. Setidaknya ada dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2.
Virus Corona ditularkan dari hewan. Penelitian menyebutkan bahwa SARS ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS dari unta ke manusia. Adapun, hewan yang menjadi sumber penularan COVID-19 ini sampai saat ini masih belum diketahui. Virus Corona umumnya menginfeksi orang dewasa atau anak-anak yang usianya lebih tua, menyebabkan flu biasa. Beberapa turunannya dapat menyebabkan diare pada orang dewasa. Virus-virus ini sebagian besar ditularkan melalui percikan (droplet), dan juga dapat menyebar melalui rute penularan kotoran dan mulut (fecal-oral).
Insiden infeksi virus corona lazim terjadi di musim dingin dan musim semi. Masa inkubasi untuk virus corona biasanya 3 sampai 7 hari. 2019-nCoV adalah Virus Corona yang mengalami mutasi antigenik. Masa inkubasi Virus adalah sesingkatnya 1 hari tetapi umumnya dianggap tidak lebih dari 14 hari. Tetapi perlu dicatat bahwa beberapa kasus yang dilaporkan memiliki masa inkubasi hingga 24 hari. Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 Antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Tanda-tanda dan gejala klinis yang dilaporkan pada sebagian besar kasus adalah demam, dengan beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru.
Berdasarkan bukti Iimiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui: kontak erat dan droplet, tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19. Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah melalui cuci tangan secara teratur, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari kontak secara langsung dengan ternak dan hewan liar serta menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.
Langkah-langkah pencegahan yang paling efektif di masyarakat meliputi:
1. Melakukan kebersihan tangan menggunakan hand sanitizer jika tangan tidak terlihat kotor
2. Atau cuci tangan dengan sabun jika tangan terlihat kotor;
3. Menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut;
4. Terapkan etika batuk atau bersin dengan menutup hidung dan mulut dengan lengan atas
5. Bagian dalam atau tisu, lalu buanglah tisu ke tempat sampah;
6. Pakailah masker medis jika memiliki gejala pernapasan dan melakukan kebersihan tangan
7. Setelah membuang masker;
8. Menjaga jarak (minimal 1 m) dari orang yang mengalami gejala gangguan pernapasan.

Prosedur pembersihan dan disinfeksi lingkungan harus diikuti dengan benar dan konsisten.
1. Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang sering disentuh seperti meja, rangka, tempat tidur, dan perabotan kamar tidur lainnya setiap hari dengan disinfektan rumah tangga yang mengandung larutan pemutih encer (pemutih 1 bagian hingga 99 bagian air).Bersihkan dan disinfeksi permukaan kamar mandi dan toilet setidaknya sekali sehari dengan disinfektan rumah tangga yang mengandung larutan pemutih encer (1 bagian cairan pemutih dengan 99 bagian air);
2. Membersihkan pakaian, seprai, handuk mandi, dan lain-lain, menggunakan sabun cuci dan air atau mesin cuci di 60–90 ° C dengan deterjen biasa dan kering ;
3. Buang sampah pada tempatnya. Tempat sampah harus selalu tertutup.

Semua orang secara umum rentan terinfeksi. Jika kita terpapar virus dalam jumlah besar dalam satu waktu, dapat menimbulkan penyakit walaupun sistem imun tubuh berfungsi normal. Orang-orang dengan sistem imun lemah seperti orang tua, wanita hamil, dan kondisi lainnya, penyakit dapat secara progresif lebih cepat dan lebih parah. Infeksi Coronavirus menimbulkan sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga dapat terjadi re-infeksi Coronavirus baru, memproduksi variasi antigen baru dan populasi tidak memiliki imunitas terhadap strain mutan virus sehingga dapat menyebabkan pneumonia. Pada kasus ini ditemukan kasus “super-spreader” yaitu dimana virus bermutasi atau beradaptasi di dalam tubuh manusia sehingga memiliki kekuatan transmisi yang sangat kuat dan sangat infeksius. Satu pasien menginfeksi lebih dari 3 orang, dianggap super-spreader jika lebih dari 10.

Penggunaan Masker Cukup Efektif Untuk Mencegah Penularan Virus Corona.
Cara Penggunaan Masker Medis Yang Efektif: 1
1. Pakai masker secara seksama untuk menutupi mulut dan hidung, kemudian eratkan dengan baik untuk meminimalisasi celah antara masker dan wajah
2. Saat digunakan, hindari menyentuh masker.
3. Lepas masker dengan tehnik yang benar (misalnya; jangan menyentuh bagian depan masker, tapi lepas dar belakang dan bagian dalam.)
4. Setelah dilepas jika tidak sengaja menyentuh masker yang telah digunakan segera cuci tangan.
5. Gunakan masker baru yang bersih dan kering, segera ganti masker jika masker yang digunakan terasa mulai lembab.
6. Jangan pakai ulang masker yang telah dipakai.
7. Buang segera masker sekali pakai dan lakukan pengolahan sampah medis sesuai SOP.
8. Masker pakaian seperti katun tidak direkomendasikan.

Update Kasus Virus Corona
Penting untuk mengetahui dan mengikuti perkembangan seputar kasus Covid-19, terutama di Indonesia. Penting juga untuk mendapatkan banyak informasi tentang bagaimana menjaga kesehatan agar terhindar dari virus mematikan ini. Situs www.halodoc.com adalah salah satu situs rujukan untuk mendapatkan kedua informasi tersebut sekaligus. 

Selain memuat informasi tentang update kasus virus korona, halodoc juga menawarkan fitur menarik, seperti chat langsung dengan dokter, informasi seputar rumah sakit, berbagai informasi dokter spesialis, jenis-jenis obat termasuk obat untuk mencegah virus Corona. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mengenal Virus Corona, Covid-19, dan Bagaimana Pencegahannya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel