Asyiknya Mereview Buku di Youtube


Seorang teman bertanya pada saya, “Gak bikin review buku di Youtube?”

“Belum,” jawab saya. “Gak bisa ngedit video.”

“Coba dulu. Gak usah diedit.”

Saya tak yakin akan berhasil. Tapi benar, tidak ada salahnya dicoba. Ada waktu beberapa menit setelah saya rekaman audio. Saya pasang tripod, nyalakan kamera HP, ambil satu buku secara acak. Dan, 1… 2… 3… action!

Buku yang saya pilih adalah The Read-Aloud Handbook. Buku yang sangat bagus menurut saya. Mengupas bagaimana cara menumbuhkan cinta pada buku, khususnya untuk anak-anak kita.

Durasinya tidak terlalu panjang. Sekitar 6 menit saja. Saya trauma terjadi seperti rekaman sebelumnya. Tiba-tiba rekaman putus karena memori penuh. Tapi resolusi video sudah saya ubah dari FHD ke HD. Jadi tidak terlalu besar, biar juga lebih muda ketika diunggah ke Youtube.

Saya ngobrol bebas tanpa teks dan skrip. Spontan saja. Dan setelah selesai rekaman pun, tidak saya edit sedikit pun. Langsung saja saya unggah. Lalu membagikannya di grup-grup kepenulisan.


Beberapa masukan datang: suaranya terlalu kecil, cahayanya kadang cerah kadang gelap, coba dikasih teks, dan lain-lain. Masukan itu tentu saja sangat berharga bagi saya. Saya langsung hunting microphone external di marketplace. Katanya dengan microphone external, suara akan terdengar lebih jelas.

Terus terang, ini pengalaman baru bagi saya. Kalau mereview buku di blog, sudah ada ratusan. Tapi mereview buku di Youtube, ini kali pertama. Mungkin ini salah satu hikmah pandemi dan gerakan #dirumahaja bagi saya. Mencoba hal yang baru.

Ketika saya coba telusuri di Youtube, ternyata sudah banyak sekali youtuber yang mereview buku di channel masing-masing. Wah, saya ketinggalan jauh berarti. Tapi tidak ada kata terlambat. Intinya terus belajar. Selama itu untuk kebaikan, ya kita lakukan.

Salah satu alasan kenapa saya merambah bikin review di Youtube, karena seperti yang dikemukakan oleh teman saya: agar orang-orang yang hobi nonton, ikut tertarik membaca buku. Benar juga, saya pikir. Budaya masyarakat kita adalah budaya nonton. Perlu ada yang mengedukasi melalui tontonan tentang nikmatnya membaca.

Diam-diam saya mulai merasa asyik. Alasan ini cukup memotivasi saya. Meski sebenarnya, ada sedikit tidak pede juga. Karena suara cadel saya mungkin kurang enak didengar. Tapi saya sering mengatakan, jika itu kebaikan, maka lakukan, tak perlu hiraukan apa kata orang. Toh saya tidak mengganggu atau merugikan orang lain.

Percobaan kedua pun saya lakukan. Sambil menunggu pesanan microphone external datang. Latar yang saya pakai tetap; ruang perpustakaan pribadi saya. Pencahayaannya memang kurang, tapi menurut saya itu tempat yang paling representatif. Kali ini saya membedah –lebih tepatnya, mengupas—buku karya Buya Hamka. Judulnya, Pribadi. Versi terbitan barunya: Pribadi Hebat.


Buku yang luar biasa dan selalu saya rekomendasikan kepada teman-teman. Salah satu buku favorit saya dari pengarang favorit. Saya sampai punya judul yang sama sejumlah 4 eksemplar dengan cover berbeda-beda.

Banyak buku bagus lainnya yang sudah saya khatamkan, tapi belum sempat mereview-nya di blog. Ada ratusan. Saya berencana mengulasnya satu-satu, namun sepertinya butuh waktu yang panjang. Dengan mereviewnya lewat video Youtube, sepertinya akan menjadi salah satu media alternatif untuk mempersingkat waktu itu.

Rata-rata saya mengkhatamkan 14 judul buku setiap bulan. Kalau semuanya diulas, berarti tiap 2 hari sekali rekaman. Durasi tiap rekaman bisa 6-10 menit. Bandingkan jika saya haru menulis review di blog. Satu tulisan butuh 30 menit-1 jam. Tapi ya, memang hasilnya berbeda. Saya merasa bisa lebih mendalam ketika mengulas di blog. Karena ketika saya menulis, kadang sambil menelaah dan menjelajahi referensi-referensi lain dengan topik bahasan yang sama, sebagai perbandingan. Untuk rekaman di Youtube sebenarnya bisa juga sih lebih mendalam, tapi harus dipersiapkan dengan matang. Bukan spontanitas seperti yang saya lakukan di rekaman pertama dan kedua.


Baik, nanti kita coba. 

#bersemadi_harike13
#inspirasiramadan
#dirumahaja
#flpsurabaya

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Asyiknya Mereview Buku di Youtube"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel